TUGAS KEWARGANEGARAAN KEBUDAYAANKU
Hai semua, sebelumnya saya jelasin dulu ya tujuan saya menulis ini sama seperti postingan sebelumnya, yaitu untuk memenuhi tuntutan tugas kuliah. Disini saya akan menjelaskan tentang sedikit kebudayaan saya yang saya tau karena saya juga tidak banyak tau tentang kebudayaan keluarga saya sendiri.
Oke kita mulai ya, perkenalkan nama saya Rifiana Vemelia. Biasa dipanggil Rifi atau Ipi. Saya lahir dan dibesarkan di Bekasi. Ayah saya merupakan keturunan dari suku Bugis namun ayah saya lahir dan dibesarkan di Pontianak, Kalimantan Barat. Kakek saya keturunan Bugis Daeng dan Nenek saya keturunan Bugis Bone. Kakek dan nenek saya (orang tua ayah saya) juga lahir di Pontianak. Keluarga mereka pindah ke Kalimantan sejak buyut dari ayah saya masih hidup. Jadi, sebenarnya yang memulai perpindahan keluarga ayah saya ke Kalimantan adalah buyut ayah saya. Ayah saya bersekolah dari SD sampai SMA di Pontianak, Pada saat kuliah, ayah saya sempat melanjutkan sekolahnya tersebut di Fakultas Teknik di Universitas Tanjung Pura, Kalimantan Barat selama 2 semester namun ayah saya memutuskan untuk pindah ke Akademi Agraria jurusan Pendaftaran Tanah di Semarang dan lulus pada tahun 1982. Saya tidak pernah bertemu dengan kakek saya karena beliau sudah meninggal ketika ayah saya sedang kuliah di daerah Semarang tersebut. Keluarga ayah saya selalu menggunakan bahasa melayu sebagai sehari-hari namun karena keluarga saya jarang mengunjungi keluarga yang tinggal di Pontianak, jadi saya tidak bisa menggunakan bahasa melayu. Maka dari itu saya suka bingung apabila diajak bicara ketika di telefon dengan nenek saya atau ketika kami bertemu.
Dari hampir 20 tahun hidup saya, saya hanya beberapa kali mengunjungi keluarga yang tinggal di Pontianak jadi saya kurang tau bagaimana pastinya kebudayaan keluarga saya disana. Terakhir saya kesana, saya kelas 2 SMP kira-kira tahun 2009/2010 ketika akan merayakan Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut dengan Lebaran. Dari yang saya ingat, keluarga saya yang dari ayah saya yang tinggal di Pontianak itu lembut ketika berbicara, sopan dan ramah. Pada hari raya tiba, setelah melaksanakan solat Ied kami berkunjung ke rumah-rumah tetangga terdekat. Setelah itu dilanjutkan ke rumah-rumah saudara yang terpencar di beberapa tempat. Berbeda dengan tradisi lebaran didaerah jawa khususnya kota-kota besar yang menyediakan kue kering seperti kue putri salju dan nastar sebagai hidangan untuk tamu, disana mereka menyediakan kue lapis legit sebagai hidangan utama untuk tamu. Mereka juga menyajikan kue kering, namun tidak banyak dan bukan menjadi hidangan favorit seperti didaerah kota di pulau Jawa. Di Pontianak juga menyediakan minuman-minuman soda kemasan kaleng yang mayoritas berasal dari negara tetangga sebagai minuman utama untuk tamu yang juga menurut saya juga berbeda dengan kebiasaan dengan lebaran di daerah Jawa karena keluarga mama saya yang tinggal di Tangerang selalu menyediakan minuman kemasan gelas plastik. Ayah saya juga pernah cerita (kalau saya tidak salah) disana kalau kita mengunjungi keluarga atau tetangga harus mencicipi makanan di rumah yang dikunjungi baru bisa dianggap sudah silaturahmi.
Nah sekarang saya akan menjelaskan tentang mama saya. Mama saya lahir dan dibesarkan di Tangerang. Mama saya juga bersekolah dari SD sampai SMEA di Tangerang. Keluarga mama saya tidak pernah berpindah kota kecuali mama saya sendiri yang pindah ke Bekasi ketika menikah dengan ayah saya. Mama saya merupakan keturunan betawi karena tinggal di Tangerang yang masih dekat dengan Jakarta yang merupakan pusat suku Betawi. Berbeda dengan keluarga ayah saya, keluarga mama saya kalau berbicara lantang, suka bercanda yang mungkin agak kasar kalau dibanding dengan keluarga ayah saya karena memang setau saya suku Betawi memang sedikit kasar. Tapi pada dasarnya mereka semua sama-sama baik dengan caranya masing-masing. Saya selalu menghabiskan waktu liburan dan kebanyakan lebaran bersama keluarga mama saya di Tangerang karena jaraknya tidak jauh dengan tempat tinggal saya. Acara yang dilakukan keluarga di Tangerang ketika lebaran hampir sama dengan keluarga di Pontianak, perbedaannya hanya dimakanan yang disuguhi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu kue kering seperti nastar dll.
Sekian perkenalan dan penjelasan tentang "kebudayaanku", mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan atau apabila ceritanya tidak nyambung. Terima kasih sudah membaca blog ini :)
Komentar
Posting Komentar